Jumat, 04 November 2016

Diari 4 November 2016

Dear Tuhan,

Apa yang saya pikirkan?
Saya berpikir tentang kata " IBU "
Saya saat ini berada di posisi seorang anak dan melihat perempuan-perempuan menjadi Istri dan menjadi Ibu. Ada juga jenis perempuan yang menjadi ibu dan terlihat tidak peduli dengan anak nya & ada tipe perempuan yang belum menikah tapi sdh menjadi ibu( dia membesarkan anaknya dgn perhatian dan ada juga yang mentelantarkannya.
Begitu banyak jenis Ibu berdasarkan sifat, sikap & keadaan.
Kenapa tipe yang tidak peduli, tidak perhatian & tidak sayang pada anak bisa menjadi seorang Ibu, sedangkan perempuan baik, dan sudah menikah yang begitu merindukan anak-anak dalam kehidupan tidak dapat mengandung dan melahirkan sehingga tidak bisa menjadi Ibu?... Mengapa?.. Mengapa?...
Semua itu adalah pertanyaan yang muncul jika saya terus memperhatikan kehidupan manusia yang tidak akan ada habisnya. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.(Pengkotbah 1).

Saya membaca dan menyadari segala sesuatu bukanlah sebuah kebetulan, semua sudah diatur oleh Engkau , Tuhan Sang Pencipta. Ada alasan kenapa seseorang menjadi Ibu dan belum menjadi Ibu.
Tuhan memberika segala hal yang luar biasa, kehidupan ini merupakan pengalaman yang Ekstrim. Sehingga setiap orang bisa berubah dan belajar menjadi sosok yang takut akan Tuhan dan mengubah cara hidup ke arah yang jauh lebih Positif dan Optimis.
Kesimpulan :
Bagi Anak-anak yg kecewa, marah pada Ibu, memaafkan adh kunci kedamaian, karena MANUSIA TIDAK ADA HAK MENGHAKIMI ATAU MENGHUKUM SIAPA PUN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar